Resume Jurnal Fisioterapi. | astarfisio.blogspot.com. Pada kesempatan kali ini saya mau menulis sesuai judul diatas yakni Critical Apprise About Kinesio Taping. Masih ingatkah temen-temen semua yang sebelumnya saya pernah posting berkaitan dengan Kinesio Taping tersebut.
Baca juga " A Systematic Riview of The Effectiveness of Kinesio Taping for Mosculoskeletal Injury ".Berikut Resume Jurnal Fisioterapi tentang Critical Apprise About Kinesio Taping:
A.
|
Clinical Problem
|
Apakah ada pengaruh efektif dari pemasangan
kinesiotaping pada otot quadricep untuk keseimbangan pada pemain sepak bola akibat kelelahan otot ? |
B.
|
Problem
|
50 partisipan pemain bola dalam keadaan sehat usia
18-35 tahun. |
Intervention
|
Kinesiotaping
|
|
Comparison
|
-
|
|
Oout come
|
Pemasanagan kinesiotaping efektif
dalam meningkatkan keseimbanagan setelah mengalami kelelahan. |
|
C.
|
Evidence Based Practice
|
The Effect of
Kinesio Taping of Quadriceps Muscle on the Balance of Non-Elite Football Players After a Local Fatigue Induced Protocol |
Critical Apprisal
|
||
Reputasi jurnal
|
Jurnal tersebut sudah melalui tahapan
revier dan editor terkait
isi, metode,sampai keaslianya.
Dibuktikan dengan adanya
barcode dalam jurnal, serta nomor
lisensi publikasi. |
|
Judul Informatif
|
Judul sangat informatif karena
bahasanya baku dan mudah dimengerti. |
|
Penulis
|
Ali Ghanbari, adalah
seorang Associated Professor of Physiotherapy;
Department of
Physiotherapy, School of Rehabilitation Sciences, Shiraz University of Medical Sciences, Shiraz, Iran |
|
Abstrak
|
||
Tujuan
|
Untuk mengetahui keefektifan kinesiotaping pada
keseimbangan pemain bola setelah mengalami kelelahan otot quadriceps. |
|
Isi
|
Sebanyak 50 partisipan atlit laki-laki
pemain bola terdiri dari dari usia 18-35 tahun dengan kondisi sehat. Dibagi 2 kelompok, kelompok 1 hanya di control dengan induced fatique protocol dan kelompok 2 diberikan perlakuan kinesiotaping disertai induced fatique protocol. Assesment pengukuran keseimbangan meggunakan Y-balance, dilakukan sebelum dan setelah intervensi. |
|
Kesimpulan
|
Pemasangan kinesiotaping terbukti
efektif dalam memingkatkan keseimbangan. |
|
Hasil
|
Kelompok yang diberikan
kinesiotaping menunjukan nilai yang baik pada tes Y-balance. |
|
Pendahuluan
|
||
Masalah utama
|
Muscle fatique mempengaruhi
keseimbangan atlit pemain bola. |
|
Kenapa penting
|
Jika atlit pemain bola mengalami
kelelahan yang tidak segera ditangani maka akan mempengaruhi performa saat bertanding, terutama dalam keseimbangan. |
|
Rumusan masalah
|
Apakah ada pengaruh efektif dari
pemasangan kinesiotaping pada otot quadricep untuk keseimbangan pada pemain sepak bola akibat kelelahan otot ? |
|
Dasar teori
|
1.
Keseimbangan adalah kemampuan untuk memelihara center of gravity. Ketika informasi sensory terputus maka akan terjadi kerusakan postural. Perbedaan manipulasi yang diterima dari informasi sensory (skin, musculotendinus, skin temperature, auditory and visual), akan mengganggu sistem integrasi dan postural control (Pailar T, 2007).
2. Resiko
cedera yang terjadi pada atlit diakibatkan oleh kelelahan otot. Dan cedera tersebut biasanya terjadi saat menit terakhir pertandingan (Hawkins, 1999).
3. Beberapa
studi mendukung adanya hipotesis bahwa kelelahan dapat menurunkan kontrol neuromuscular dan meningkatkan cedera pada ekstremitas (Springer, 2009).
4. Pemasangan
kinesiotaping dapat bermanfaat untuk menurunkan nyeri, meningkatkan kemampuan otot, meningkatkan walking pattern, meningkatkan performa atlit. Kinesiotaping juga berpengaruh untuk sirkulasi darah, pasokan oksigen dan lympe drainage (William S, 2012). |
|
Refrensi
|
Refrensi yang diambil dari
peneliatian ini bersifat komprehensif dan akurat, salah satu situsnya yaitu,
The Journal of Strength &
Conditioning Research, Sport medicine, Journal of Physical Therapy Science. |
|
Desain Penelitian
|
Quasi Experimental Study
|
|
Tujuan khusus
|
Untuk mengetahui keefektifan kinesiotaping
dalam meningkatkan keseimbangan pada atlit sepak bola. |
|
Tujuan umum
|
Untuk mengetahui keefektifan kinesiotaping
dalam meningkatkan keseimbangan pada atlit sepak bola. |
|
Hipotesis
|
Ada pengaruh kinesiotaping dalam
meningkatkan keseimbanagan atlit sepak bola. |
|
Metodologi penelitian
|
||
Subjek
|
-
50 partisipan atlit laki-laki pemain bola terdiri dari dari usia 18-35 tahun dengan kondisi sehat.
-
Partisipan dibagi 2 kelompok secara random (acak) serta dikontrol. Grup 1 terdiri 25 orang diberi tindakan kinesiotaping dan induced fatique protocol dan grup 2 sebanayak 25 orang yang dikontrol.
-
Kriteria inklusi : atlit sepak bola laki-laki usia 18-35 tahun, menjalani latihan selama 1 jam 3 hari seminggu.
-
Kriteria ekslusi : sistemik injury, kehilangan keseimbangan, gangguan keseimbangan, cedera ekstremitas, fraktur. |
|
Desain penelitian
|
-
Variabel terikat : penurunan keseimbangan.
-
Variabel bebas : kinesiotaping untuk meningkatkan keseimbangan.
-
Desain penelitian cocok dengan rumusan masalah.
-
Jumlah kelompok ada 2 grup yang dipilih secara random dan terkontrol. |
|
Instrumen/ alat
|
-
Alat ukur untuk mengetahui tingkat keseimbangan dengan y-balance test.
-
Untuk mengukur maximum quadricep isometric exercise dengan hand held dynamometer.
-
Untuk mengukur isometric Maximum Voluntary Contraction (MVC) of quadriceps maka pasien diminta untuk duduk dengan flexi hip dan knee 90 derajat. The thigh fixed with a strap and upper limb crossed on the chest with resistance applied above the ankle joint. |
|
Prosedur
|
-
50 partisipan atlit laki-laki pemain bola terdiri dari dari usia 18-35 tahun dengan kondisi sehat.
-
Partisipan yang masuk dalam kriteria inklusi. Dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok 1 hanya di control dengan induced fatique protocol dan kelompok 2 diberikan perlakuan kinesiotaping disertai induced fatique protocol. Assesment pengukuran keseimbangan meggunakan Y-balance, dilakukan sebelum dan setelah intervensi. Setelah itu dilakukan pengukuran maximum quadricep isometric exercise dengan hand held dynamometer dan isometric Maximum Voluntary Contraction (MVC) of quadriceps. Pasien melakukan exercise yang diawali warming up selama 5 menit dan latihan selama 1 jam. Setelah istirahat dipasang kinesiotaping pada otot quadriceps selama 30 menit yang akan dipantau menggunakan induced fatique protokol.
-
Variabel bebas adalah penurunan keseimbangan akibat lelah pada otot yang digunakan terus menerus saat melakukan pertandingan.
-
Variabel terikat adalah kinesiotaping untuk meningkatkan keseimbangan pada atlit pemain bola. Sebelum pemasangan partisipan melakukan pengukuratn, setelah itu melakukan latihan dan setelah istirahat diberi kinesiotaping selama 30 menit. Untuk memantau intervensi tersebut dilihat dari induced fatique protokol. |
|
Analisa data
|
-
SPSS versi 22
-
Tingkat signifikan alfa p <0,05 |
|
Hasil penelitian
|
||
Apakah hasil sesuai dengan rumusan masalah
|
-
Hasil yang didapatkan sesuai dengan rumusan masalah, yakni intervensi dengan kinesiotaping dapat meningkatkan keseimbangan atlit sepak bola. |
|
Grafik dan tabel
|
-
Grafik tabel dijelaskan dengan rinci dari pre dan post treatment dengan hasil yang signifikan. |
|
Pembahasan dan
kesimpulan |
||
Interpretasi hasil
|
-
Intrepretasi hasil yang dibuktikan oleh peneliti adalah dengan menggunakan kinesiotaping pada atlit dapat meningkatkan keseimbangan dan performa. |
|
Keterkaitan antara peneliti sebelumnya
|
-
Ada keterkaitan antara peneliti dengan peneliti sebelumnya, dibuktikan dengan adanya kesamaan pada kesimpulan dan dasar teori, bahwa penggunaan kinesiotaping banyak memberikan manfaat untuk menurunkan nyeri, meningkatkan kemampuan otot, meningkatkan walking pattern, meningkatkan performa atlit. Kinesiotaping juga berpengaruh untuk sirkulasi darah, pasokan oksigen dan lympe drainage. |
|
Keterbatasan
|
Keterbatasan penelitian adalah
jangka waktu yang pendek. |
|
Saran
|
Saran, dibutuhkan penelitian
selanjutnya untuk mengetahui efek pemasangan kinesiotaping pada wanita, terutama atlit. |
|
Kesimpulan
|
Pemasangan kinesiotaping terbukti
efektif dalam memingkatkan keseimbangan. |
|

0 Komentar untuk "Critical Apprise About Kinesio Taping"